Tingginya biaya logistik di Indonesia

Dua faktor utama yang mempengaruhi biaya logistik High Velocity (Cepat) and Volume (besar)

1. Volume berdampak kepada piece rate yang bisa diangkut.

Contoh : 1 truck 500pcs vs 1 truck 2000pcs vs 1 truck 4000pcs

2. Velocity berdampak pada throughput, stock level, service level, warehouse size, complexity, etc

 Contoh : Modal Transportasi Darat (Trucking)

Kendaraan

Trailer di Indonesia hanya bisa menarik single trailer sedangkan di negara lain seperti Australia bisa menarik multiple biasa yang kita kenal sebagai road train.

Kenapa demikian? Hal ini karena Buruknya Infrastruktur Jalan

Kapasitas Jalan di Indonesia tidak betumbuh terlalu signifikan. Selain volume jalan yang sedikit, tidak kalah buruk kualitas jalannya. Design jalan tidak bisa mengakomodir kendaraan super besar seperti di negara-negara maju.

Resep pengurangan biaya logistik kedua adalah volume. Jika penggunaan road train memungkinkan maka ongkos bisa dikurangi secara signifikan

Dengan volume yang lebih besar maka harga pengiriman akan bisa dikurangi secara signifikan, karena cost per case akan berkurang signifikan. Sayangnya di negara berkembang tunnel dibuat melalui gunung untuk mengakomodasi truk – truk ini. Sedangkan di Indonesia truk harus memutar naik turun gunung.

Infrastruktur yang bagus juga sangat menghemat waktu tempuh sehingga waktu tempuh yang cepat berkontribusi kepada penambahan jumlah ritase sehingga ongkos bisa diturunkan karena ritase itu pembagi dari fixed cost.

Train

Untuk kereta sendiri kita tidak banyak memiliki sentra distribution center yang terpadu. Karena kereta ini dari dulu orientasinya selalu penumpang maka tidak pernah ada grand design yang bagus untuk barang. Stasiun kereta api di Indonesia selalu dipenuhi dengan rumah-rumah penduduk di sekitar sehingga banyak dari stasiun kita sekarang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibangun mega distribution center. Kereta api ini sangat memenuhi kriteria volume dan speed seharusnya. Tetapi sayangnya Indonesia sendiri masih menganut sistem standard track dan terowongan-terowongan sendiri masih belum di upgrade. Jika kita mengadopsi sistem wide track maka seharusnya kereta itu bisa double decker.

 Via LAUT SSS (Short Sea Shipping)

Congestion, Traffic, Draft (kedalaman dermaga), cuaca masih sangat mempengaruhi pengiriman via laut ini. saya rasa untuk pengiriman di satu pulau sebaiknya tetap menggunakan kereta api. Kereta api masih merupakan sesuatu yang bisa dikerjakan cepat.

Selain itu kedalaman draft di Indonesia juga sangat memprihatinkan. Kita hanya bisa mengakomodir kapal dengan kapasitas 1300-1700 TEUS maksimal, itupun hanya di beberapa kota saja. Sedangkan teknologi kapal sekarang ini MAERSK EEE sudah bisa mengangkut 10 kalinya 17000 TEUS. Tetapi sayangnya sekali lagi adalah pelabuhan – pelabuhan di Indonesia tidak bisa mengakomodir hal ini. Volume tinggi + Speed cepat adalah resep untuk low cost logistik.

Volume tinggi berkontribusi ke cost per piece yang rendah. High velocity berkontribusi ke cost inventory level yang rendah, speedy market penetrationhigh productivitycost of huge warehouseetc.

Change of Mindset

Area industry kita selalu didekatkan ke moda-moda transportasi trucking. Terbukti dengan penjualan property apapun selalu menyebutkan akses tol, dengan tol sebagai fasilitas utama maka orientasi transportnya adalah truck.

Jika kita mempunyai mindset untuk mass transportation seperti kereta ataupun kapal maka orientasi kita harusnya stasiun atau port. Harus disiapkan lahan – lahan besar untuk mengakomodir hal ini, diperlukan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah dan swasta untuk menciptakan area tersebut sehingga pemilik barang dapat mendekatkan diri ke sana.

Kereta sekarang selain lebih mahal juga lebih lama. karena faktor dooring tersebut. Jika ada sentra yang di sana ada stasiun dan pemilik barang di satu lokasi maka dooring cost bisa significantly reduced dan waktu bisa lebih diperdiksi dan realibilitas sudah pasti  meningkat.

Sumber :

http://www.bumn.go.id/pelindo1/berita/8346/Tingginya.Biaya.Logistik.di.Indonesia

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.